Mengenal JEDI Shahed Hunter: Drone Interseptor Ukraina yang Sanggup Melesat 350 Km/Jam

  • Ari Kristyono
  • Kamis, 26 Maret 2026 | 18:15 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ari Kristyono
Ilustrasi sejumlah drone JEDI Shahed Hunter menyergap drone-drone milik Rusia, dibuat dengan bantuan AI.
Ilustrasi sejumlah drone JEDI Shahed Hunter menyergap drone-drone milik Rusia, dibuat dengan bantuan AI. (Foto: Ari Kristyono)

 

RIWARA.ID – Kementerian Pertahanan Ukraina resmi mengesahkan dan mengizinkan penggunaan sistem pesawat tanpa awak (UAS) terbaru bernama JEDI Shahed Hunter untuk memperkuat angkatan bersenjatanya. Kehadiran drone ini menjadi jawaban praktis atas ancaman drone serbu Rusia yang terus menghujani wilayah Ukraina.

Dikutip dari laporan airforce-technology.com, JEDI Shahed Hunter merupakan drone interseptor berjenis multi-rotor dengan kemampuan lepas landas vertikal (vertical launch). Meski memiliki kerangka yang sangat ringan dengan bobot hanya sedikit di atas 4 kg, drone ini dibekali empat motor listrik bertenaga tinggi yang memungkinkannya melesat melebihi kecepatan 350 km/jam.

Kementerian Pertahanan Ukraina menyebutkan bahwa sistem ini telah terbukti efektif menghancurkan drone serbu tipe Shahed milik Rusia, termasuk varian Geran dan drone pengecoh multifungsi Gerbera. Tak hanya itu, JEDI Shahed Hunter juga mampu memburu drone pengintai lincah seperti Zala dan Supercam hingga ketinggian 6 km.

Otomatisasi dan Berburu dalam Gelap

Kecanggihan utama JEDI Shahed Hunter terletak pada integrasi datanya. Informasi dari sistem radar dipindahkan secara otomatis ke drone ini, memungkinkannya memasuki zona pertempuran dengan sangat cepat untuk segera menyergap target.

Walaupun operator tetap mengelola koordinasi penerbangan dan penargetan melalui stasiun kendali darat, drone ini memiliki kemampuan otonom untuk mendeteksi, mengikuti, dan menghantam target udara secara mandiri. Berbekal kamera siang hari dan pencitraan termal (thermal imaging), JEDI Shahed Hunter siap beroperasi 24 jam penuh dengan radius operasional efektif mencapai 40 km.

Target Ambisius Langit Ukraina

Perlindungan wilayah udara tetap menjadi "prioritas utama" dalam Rencana Perang Ukraina. Pemerintah setempat menetapkan target ambisius untuk mengidentifikasi 100 persen ancaman udara secara real-time dan mencegat setidaknya 95 persen rudal maupun drone lawan.

Selain JEDI, Ukraina juga terus memacu produksi dalam negeri untuk drone inters e ptor lainnya seperti Octopus.

Berbeda dengan JEDI, Octopus memiliki desain silinder dengan empat baling-baling di bagian ekor dan sensor di bagian hidung yang menggunakan pengenalan gambar (image recognition) untuk mengunci target pada fase akhir serangan guna meningkatkan akurasi hantaman.

Langkah kodifikasi JEDI Shahed Hunter ini menandai babak baru dalam perang asimetris di langit Eropa, di mana drone kecil kini menjadi predator bagi ancaman udara yang jauh lebih besar. (*)

Ukraina sahkan JEDI Shahed Hunter, drone pemburu berkecepatan 350 km/jam untuk rontokkan drone Rusia. Mampu berburu otonom siang dan malam.

Foto Editor
Author : Ari Kristyono

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

Topic News